Pages

Minggu, 08 Februari 2015

TUGAS 1

FAISAL MAY.P
7469
4ATP1
PTPN IX KEBUN JOLOTIGO PEKALONGAN
KOMODITAS TANAMAN Teh

I. Proses Produksi Teh Hitam

Sistem pengolahan teh hitam di  Indonesia dapat dibagi menjadi dua, yaitu system orthodox (orthodox murni dan orthodox rotorvane) serta sistem baru system CTC ( Crushing Tearing Curling). Pengolahan teh hitam sistem orthodox murni di Indonesia hampir tidak lagi dilaksanakan, yang umum dilaksanakan adalah sistem orthodox rotorvane. Hal ini disebabkan oleh tuntutan pasar dunia yang  beralih  ke  teh  hitam  dengan  partikel  yang  lebih  kecil.  Sistem  CTC (Crushing Tearing Curling) merupakan sistem pengolahan teh yang relative baru di Indonesia, sehingga masih jarang dijumpai di Indonesia (Arifin, 1994).
Sistem pengolahan teh hitam di PTPN IX Kebun Jolotigo menggunakan sistem orthodox rotorvane.. Pengolahan teh hitam system orthodox rotorvane terdiri dari beberapa tahapan yaitu:
a.    Penerimaan pucuk
b.    Pelayuan
c.    Penggulungan
d.    Penggilingan dan sortasi basah
e.    Fermentasi
f.    Pengeringan
g.    Sortasi kering
h.    Penyimpanan dan Pengemasan
 i.     Pemasaran

II.Penanganan Quality control Perusahaan
Bubuk yang dihasilkan pada proses sortasi dengan penerapan sistem ortodok adalah Teh daun ( Leafy Grades), Teh bubuk ( Broken Grades) dan Teh Halus ( Small Grades). Pada PTP Nusantara 1X Kebun Jolotigo hanymenghasilkan jenis Broken grades dan Small grades. Jenis-jenis teh yang dihasilkan di kebun Jolotigo antara lain:
1 BOP ( Broken Orange Pekoe ), bubuk teh yang lolos mesh 12 dan tertahan pada mesh 14. terdiri dari tulang-tulang daun muda dan banyak mengandung tip ( bagian paling pucuk) yang utuh dengan bentuk partikel pendek, kecil, hitam dan terpilin.
2 BOPF ( Broken Orange Pekoe Fanning ), bubuk teh yang lolos mesh 14 dan tertahan mesh 18. Partikel lebih kecil dari BOP, pendek, hitam, kecil, keriting, berasal dari daun muda, terdiri dari tangkai muda dan banyak mengandung tip.
3 PF ( Pekoe Fanning ), lolos mesh 18 dan tertahan mesh 24. Merupakan jenis teh yang berasal dari pecahan daun yang menggulung, berwarna hitam, memiliki ukuran kecil serta memiliki tip.
4 DUST , merupakan jenis teh yang memiliki ukuran sangat kecil, lembut seperti debu, berwarna hitam, lolos mesh 24 dan tertahan mesh 60.
5 PF  II  (  Pekoe  FanninII  ),  berbentuk  seperti  PF  tetapi  berwarna  hitam kemerahan, berasal dari potongan serat berukuran kecil dan agak rata.
6 BP ( Broken Pekoe ), merupakan jenis teh yang berasal dari tulang-tulang dan tangkai muda, berukuran besar, bersih dan berwarna hitam. Lolos pada ayakan
mesh 12 dan tertahan pada ayakan mesh 14.
7 BP II ( Broken Pekoe II )

Berbentuk seperti BP tetapi lebih banyak mengandung tangkai dan tulang terkelupas serta warna lebih merah daripada BP.
8 BT ( Broken Tea )

Merupakan jenis teh yang mempunyai ukuran sama dengan BOP tetapi berasal dari pecahan daun yang tidak menggulung, berwarna hitam dan tidak banyak tipnya. Lolos ayakan 12 dan tertahan ayakan 14.
9 DUST II

Partikelnya sangat kecil dan banyak serat berwarna kemerahan, lolos ayakan mesh 40 dan tertahan pada ayakan mesh 60.
10) DUST III

Lolos ayakan mesh 60, partikelnya sangat kecil seperti debu, banyak serat dan berwarna kemerahan.
11) BM ( Broken Mixed )

Campuran dari dua atau tiga jenis mutu teh.
12) KAWUL

III.Penanganan Limbah Perusahaan

Limbah yang dihasilkan oleh pabrik teh PTP Nusantara IX Kebun Jolotigo sangat sedikit sekali yaitu uap yang dihasilkan oleh kompor pemanas, debu, sisa teh yang tercecer dan air sisa pencucian alat.
Uap panas yang dihasilkan oleh kompor pemanas (heat) dikeluarkan melalui cerobong asap dengan ketinggian melebihi ketinggian bangunan pabrik sehingga tidak mencemari udara dibawah. Disekitar pabrik ditanami pohon-pohon agar COdapat dinetralisir oleh tumbuh-tumbuhan. Debu yang dihasilkan dari ruangan pabrik akan terhisap  keluar  karena  adanya  kipas  penghisappada  ruangan  sortasi  yang  paling banyak menghasilkan debu dibuatkan ruangan debu di luar ruangan sehingga debu tidak berterbangan ke lingkungan sekitar pabrik.
Untuk limbah air sisa pencucian, karena merupakan limbah organik sisa teh maka dialirkan melalui saluran air (parit) dan ditampung pada kolam pengendapan agar partikel  berat  dapat  mengendap. Setelah  mengendap, sisa  air  dialirkan ke  sungai. Endapan yang terakumulasi jika sudah penuh dilakukan penggangkatan, untuk selanjutnya dicampur dengan abu yang dihasilkan pada tunggu pamanas dan dimanfaatkan sebagai pupuk.

IV. HRD dan Standard Pegawai Perusahaan
Tanggung jawab dan wewenang

PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) dipimpin oleh seorang Direksi sedangkan perkebunan Jolotigo dipimpin oleh Administratur. Dalam menjalankan tugasnya, administratur dibantu oleh beberapa kepala bagian (sinder). Masing-masing pegawai memiliki tugas dan wewenang yang harus dijalankan  sebaik-baiknya.  Penjabaran  tugas  dan  wewenang  dari  masing- masing anggota pada struktur organisasi di PTPN IX (Persero) Kebun Jolotigo adalah sebagai berikut:
1)   Administratur

Administratur merupakan kepala perkebunan yang bertanggung jawab   secar langsung   kepada   Direks PTPN   IX Tugasny yaitu memimpin seluruh kegiatan di Perkebunan Jolotigo, mengelola perkebunan dengan cara yang efektif dan efisien untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan serta mengambil tindakan-tindakan seperlunya sesuai dengan wewenang yang dimilikinya
2)   Sinder Kepala

Bertugas membantu administratur dalam melaksanakan tugasnya terutama di bidang produksi dengan berpedoman kepada RKAP (Rencana Kerja  dan  Anggaran  Perusahaan)  yang  telah  disahkan  terutama  dalam bidang tanaman baik perencanaan, pelaksanaan maupun pengawasan dan membantu administratur dalam mengkoordinir sinder afdeling.
3)   Sinder Teknik/Teknologi

Sinder Teknik bertugas untuk mengatur pelaksanaan semua pekerjaan yang berkaitan dengan aspek teknis perusahaan. Sinder Teknik bertanggung jawab atas tersedianya sarana dan prasarana yang memadai sehingga aktifitas perusahaan dapat berjalan dengan lancar.
4)   Sinder Kantor

Sinder Kantor bertugas mengatur kegiatan administrasi keuangan dan umum kebun, penyusunan RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) serta pengendaliannya.
5)   Sinder Kebun

SindeKebun  bertugas  untuk  mengatur  kualitas  dan  kuantitas bahan baku teh yang akan diolah di pabrik dan bertanggung jawab atas tersedianya bahan baku teh untuk diolah sesuai dengan kualitas yang telah ditentukan
1.              Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Karyawan
Tenaga kerja di Perkebunan Jolotigo dibedakan menjadi 3 kategori

yaitu:


1 Staff adalah tenaga kerja yang masuk ke dalam struktur organisasi perusahaan.

2 Tenaga kerja honorer adalah tenaga kerja yang penghasilannya berupa honor dari tugas apa yang telah dikerjakannya.
3 Tenaga  kerja  lepas  adalah  tenaga  kerja  yang  hanya  bekerja  jika  perkebunan kekurangan tenaga kerja.
Karyawan yang bekerja di pabrik teh Jolotigo berjumlah 721 orang. Karyawan   tersebut   dibedakan   menjad karyawa pimpinan,   karyawan pelaksana, karyawan pembantu pelaksana, dan karyawan harian. Tingkat pendidikan  dari  parkaryawan  juga  bervariasi  mulai  dari  pendidikan  SD sampai sarjana (S1).

Tabel 4.3 Tingkat pendidikan karyawan di PTPN IX Kebun Jolotigo
Pendidikan
Jumlah orang
Sarjana (S1)
10
SMA
129
SMP
102
SD
480
Jumlah
721
Sumber: Kantor Induk Perkebunan Jolotigo

Tingkat pendidikan karyawan di PTPN IX Kebun Jolotigo diatas 50 % karyawannya pendidikannya tamat SD. Yang pendidikan Tamat SMA  17,8 %. Tamat SMP berkisar 14 %. Sedangkan yang pendidikan Sarjana hanya 1,4 %.
Beberapa fasilitas didirikan untuk meningkatkan produktivitas para karyawan serta kesejahteraan keluarga karyawan, yaitu:

1.  Bantuan biaya pengobatan ditanggung oleh perusahaan dalam batas-batas tertentu sesuai dengan peraturan yang berlaku.
2.  Penyediaan sarana  perumahan untuk  karyawan pendatang  yang  belum  memiliki rumah.
3.  Disediakan sarana peribadatan masjid, koperasi, dan sarana olahraga.

4.  Penyediaan listrik dan air.

5.  Pakaian seragam kerja diberikan 1 stel pertahun sesuai dengan kondisi perusahaan.

6.  Pemberian tunjangan pensiun berdasarkan masa kerja.

7.  Santunan kematian, apabila ada karyawan dan keluarganya meningggal.

Di Kebun Jolotigo juga diperhatikan keselamatan dan kesehatan para pekerja,  karyawan,  dan  stafTujuan  dari  keselamatan  dan  kesehatan  kerja adalah untuk mewujudkan masyarakat dan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan  sejahtera.  Wujud  dari  perlindungan  dan  keselamatan  kerja  di  Kebun Jolotigo antara lain:
1)   Bagi karyawan dan pekerja pabrik:

a.   Proses kerja yang dilakukan tidak membahayakan.

b. Alat  dan  ruangan  yang  memberikan  efek  gangguan  (membahayakan)

terhadap karyawan dan sekitarnya diisolasi.

    c.   Pemakaian alat perlindungan perorangan, seperti sarung tangan dan sepatu.
d. Petunjuk dan peringatan kerja.

e.   Diberikan latihan (training) dan pendidikan.

2)   Bagi karyawan dan pekerja di kebun:

a.   Pemberian pakaian seragam kerja berupa caping, celemek, dan baju lengan panjang dengan tujuan untuk melindungi pekerja dari terik matahari.
b. Pemakaian alat perlindungan perorangan, seperti sarung tangan untuk melindungi tangan pekerja dari getah dan ulat serta sepatu boot untuk melindungi pekerja dari benda-benda tajam, cacingan dan hewan berbisa.
3)   Bagi semua pekerja (pimpinan, staf, karyawan, dan buruh) beserta keluarga diberikan jaminan kesehatan dan asuransi kerja oleh perusahaan.
V. Produk hasil olah dan sasaran pemakai local/Eksport
Setelah proses sortasi selesai, didapatkan teh yang bermacam-macam grade dan hasilnya bersih dengan kadar air bubuk yang tidak terlalu jauh menyimpang dari standar bakunya yaitu 4-6 %. Hasil bubuk teh setelah disortasi dibagi dalam 3 mutu, yaitu mutu I (BOP, BOPF, PF, DUST, BP dan BT), mutu II (BP II, PF II, FANNING II, DUST II dan DUST III) dan mutu III (BM dan Kawul). Bubuk teh kering yang sudah dipisahkan berdasarkan gradenya kemudian dimasukkan ke peti miring untuk disimpan sementara sambil menunggu satu chop.
Bubuk yang dihasilkan pada proses sortasi dengan penerapan sistem ortodok adalah Teh daun ( Leafy Grades), Teh bubuk ( Broken Grades) dan Teh Halus ( Small Grades). Pada PTP Nusantara 1X Kebun Jolotigo hanymenghasilkan jenis Broken grades dan Small grades. Jenis-jenis teh yang dihasilkan di kebun Jolotigo antara lain:
1 BOP ( Broken Orange Pekoe ), bubuk teh yang lolos mesh 12 dan tertahan pada mesh 14. terdiri dari tulang-tulang daun muda dan banyak mengandung tip ( bagian paling pucuk) yang utuh dengan bentuk partikel pendek, kecil, hitam dan terpilin.
2 BOPF ( Broken Orange Pekoe Fanning ), bubuk teh yang lolos mesh 14 dan tertahan mesh 18. Partikel lebih kecil dari BOP, pendek, hitam, kecil, keriting, berasal dari daun muda, terdiri dari tangkai muda dan banyak mengandung tip.
3 PF ( Pekoe Fanning ), lolos mesh 18 dan tertahan mesh 24. Merupakan jenis teh yang berasal dari pecahan daun yang menggulung, berwarna hitam, memiliki ukuran kecil serta memiliki tip.
4 DUST , merupakan jenis teh yang memiliki ukuran sangat kecil, lembut seperti debu, berwarna hitam, lolos mesh 24 dan tertahan mesh 60.
5 PF  II  (  Pekoe  FanninII  ),  berbentuk  seperti  PF  tetapi  berwarna  hitam kemerahan, berasal dari potongan serat berukuran kecil dan agak rata.
6 BP ( Broken Pekoe ), merupakan jenis teh yang berasal dari tulang-tulang dan tangkai muda, berukuran besar, bersih dan berwarna hitam. Lolos pada ayakan mesh 12 dan tertahan pada ayakan mesh 14.
7 BP II ( Broken Pekoe II )

Berbentuk seperti BP tetapi lebih banyak mengandung tangkai dan tulang terkelupas serta warna lebih merah daripada BP.
8 BT ( Broken Tea )

Merupakan jenis teh yang mempunyai ukuran sama dengan BOP tetapi berasal dari pecahan daun yang tidak menggulung, berwarna hitam dan tidak banyak tipnya. Lolos ayakan 12 dan tertahan ayakan 14.

9 DUST II

Partikelnya sangat kecil dan banyak serat berwarna kemerahan, lolos ayakan mesh 40 dan tertahan pada ayakan mesh 60.
10) DUST III

Lolos ayakan mesh 60, partikelnya sangat kecil seperti debu, banyak serat dan berwarna kemerahan.
11) BM ( Broken Mixed )
Campuran dari dua atau tiga jenis mutu teh.
12) KAWUL

Merupakan sisa pengolahan akhir, seduhannya lemah, aroma kurang, berwarna merah,  terdiri atas potongan serat tidak rata dan berukuran panjang.


Pemakai local menggunakan MUTU III (BM, Kawul),sedangkan produk teh yang diekspor adalah MUTU I(BOP, BOPF, PF, DUST, BP dan BT) , II (BP II, PF II, FANNING II, DUST II dan DUST III)  .
VI. Sistem Pemasaran produk/jasa

Bubuk teh yang sudah dikemas dalam paper sack dengan berat yang berbeda- beda sesuai dengan gradenya siap untuk dipasarkan. Pemasaran merupakan tahap akhir dari seluruh proses produksi teh hitam di perkebunan Jolotigo. Pemasaran hasil produksi ditujukan pada dua sasaran yaitu untuk tujuan ekspor dan pasar lokal, tapi pemasaran keluar negeri merupakan prioritas utama karena lebih menguntungkan daripada pasar
lokal.
Pemasaran teh hitam dilakukan dengan dua cara, yaitu :

1.    Lelang yang dikoordinasi oleh Kantor Pemasaran Bersama (KPB).

2.    Pasar lokal ada dua jenis:

·   Jenis BM dan Kawul pembeli langsung datang ke pabrik.

Teh hitam yang dihasilkan terbagi atas mutu lokal dan mutu ekspor. Teh mutu ekspor dijual ke negara tujuan antara lain : Jepang, Pakistan, Iran, Belanda, Inggris, Irlandia,  USA,  dan  NegarEropa  lainnya.  Untuk  mengantisipasi persaingan dengan negara pengekspor teh lainnya maka mutu teh yang dihasilkan harus terjaga dan kalau bisa ditingkatkan agar konsumennya semakin puas dan bertambah banyak sehingga akan menambah devisa negara.
Bubuk teh kering yang sudah dipisahkan berdasarkan gradenya kemudian dimasukkan ke peti miring untuk disimpan sementara sambil menunggu satu chop.
Setelah mencapai satu chop bubuk teh siap untuk dikemas. Teh untuk pasar luar negeri dikemas dengan menggunakan paper sack sedangkan untuk pasar lokal dikemas dengan menggunakan karung plastik. Setelah proses pengemasan selesai teh siap untuk dipasarkan.

VII. Pola kerjasama anak binaan

VIII. Kepedulian ke Lingkungan sekitar Perusahaan ( beasiswa, Rekruit tenaga kerja sekitar,  pengabdian masyarakat dll)
Di perusahaan kami memiliki kepedulian lingkungan seperti beasiswa, rekrutmen kerja serta pengabdian masyarakat.
1.       beasiswa
Diberikan kepada anak – anak pegawai tetap yang bekerja diperusahaan  kami                     dari tingkat  SD sampai S1
2.       Rekrut tenaga kerja
Diutamakan yang diterima kerja masyarakat  sekitarnya,  yang memenuhi syarat untuk bekerja di perusahaan kami,  baik menjadi karyawan tetap maupun karyawan harian lepas.
3.       Pengabdian Masyarakat
a.       Menyediakan perumahan bagi karyawan tetap
b.      Menyediakan tempat untuk resepsi pernikahan .
c.       Memperbaiki jalan –jalan kampung
d.      Menyediakan balai pengobatan

sumber https://faisalmay.blogspot.com